Daftar isi akan muncul jika artikel memiliki heading (H2/H3)
1. Awal Mula Python
Bayangin lagi liburan Natal tahun 1989, ada seorang programmer asal Belanda namanya Guido van Rossum.
Daripada bengong pas liburan, dia iseng bikin bahasa pemrograman baru. Hasilnya? Lahirlah Python ๐.
Eits, jangan salah kira dulu. Nama Python bukan dari ular piton, tapi dari acara komedi Inggris "Monty Python’s Flying Circus" yang sering bikin Guido ketawa. Jadi, Python ini dari awal memang dibikin biar nyantai dan fun.
2. Rilis Pertama
Tahun 1991, versi awal Python resmi dirilis. Walau masih sederhana, Python udah punya fitur penting kayak:
-
Fungsi (pakai
def) -
List dan dictionary (buat nyimpen data)
-
Modul (biar kode lebih rapi)
Jadi sejak lahir, Python udah mikirin kenyamanan programmer.
3. Perjalanan Versi Python
-
Python 1.0 (1994) → Versi resmi pertama, mulai dipakai di kampus-kampus.
-
Python 2.0 (2000) → Ada list comprehension dan manajemen sampah otomatis. Tapi sekarang udah tamat riwayatnya (support dihentikan 2020).
-
Python 3.0 (2008) → Versi modern, lebih rapih, lebih powerful. Sekarang semua orang pakai versi 3.
Contoh perubahan:
Kelihatan lebih rapi kan?
4. Python di Era Kekinian
Sekarang Python jadi bahasa pemrograman terpopuler di dunia. Banyak dipakai di berbagai bidang, misalnya:
-
Web Development → bikin website dengan Flask atau Django.
-
Data Science & AI → dipakai Google, Netflix, sampe Instagram.
-
Automasi → bikin bot, skrip otomatis, sampe ngurus file.
-
Game → bisa bikin game 2D sederhana pakai Pygame.
Pokoknya Python tuh kayak multitool di dunia programming: bisa dipakai di mana aja.
5. Kenapa Anak SMK Harus Belajar Python?
-
Sintaks gampang → mirip bahasa sehari-hari.
-
Banyak job peluangnya → data analyst, web dev, AI engineer.
-
Komunitas besar → kalau bingung, tinggal cari di internet, pasti ada jawabannya.
6. Kesimpulan
Dari iseng pas liburan, Python sekarang jadi bahasa pemrograman paling populer dan dipakai di seluruh dunia.
belajar Python itu ibarat belajar bahasa gaul dunia IT: gampang, seru, tapi masa depannya cerah.
Komentar (0)
Login untuk dapat berkomentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama mengomentari artikel ini!